Download Free FREE High-quality Joomla! Designs • Premium Joomla 3 Templates BIGtheme.net
Home / Berita Terbaru / Kajian Ilmu al-Qur’an dan Tafsir di Era Nalar Digital
al-Qur'an Digital

Kajian Ilmu al-Qur’an dan Tafsir di Era Nalar Digital

Kajian ilmu Al-Qur’an dan tafsir sedikit banyak sangat dipengaruhi oleh periode nalar manusia. Di zaman Nabi Saw. masih hidup, nalar manusia dapat dikatakan sebagai fase nalar lisan. Pada saat itu tulisan tidak dianggap penting. Yang penting justru kekuatan hafalan (dzakirah) yang dimiliki oleh setiap orang untuk dapat mengingat dan menyimpan segala macam ilmu dan pengetahuan yang mereka miliki. Di saat itu, reputasi seorang ilmuwan (‘alim, jamaknya, ulama) di dunia ilmiah dapat berkurang atau jatuh disebabkan karena ia membawa catatan ketika ia mengajarkan Al-Qur’an atau hadis. Ilmuwan yang dahsyat saat itu adalah ilmuwan yang mampu menghafal dengan cepat, memelihara dengan baik, dan menyampaikan Al-Qur’an atau hadis kapan saja ia kehendaki. Inilah yang dinamakan era nalar lisan.

Di era berikutnya, sekitar abad ke-2 dan selanjutnya abad ke-3 Hijriah, nalar llisan itu sedikit demi sedikit bergeser menjadi nalar tulis, yakni munculnya berbagai catatan dan tulisan para tabiin dan tabiit tabiin. Pada periode ini, segala macam ilmu dan pengetahuan manusia diupayakan untuk dicatat dan ditulis agar tidak mudah dilupakan oleh zaman. Sejak itu, tulisan menjadi lebih dominan daripada lisan. Hafalan tidak lagi menjadi satu-satunya alat untuk menyimpan dan memelihara ilmu dan pengetahuan manusia karena kebanyakan manusia sudah mulai mampu mencatat dan menulis ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya.

Setelah ditemukannya komputer pada akhir abad 20 M., nalar manusia bergeser dari nalar tulis ke nalar digital. Pada era ini, segala ilmu dan pengetahuan manusia diupayakan untuk dapat disimpan di dalam komputer yang mereka miliki. Sehingga karya-karya apapun di bidang ilmu dan pengetahuan apapun mulai dibuatkan versi digitalnya. Buku-buku atau jurnal-jurnal ilmiah pun mulai dibuatkan versi digitalnya. Tak pelak lagi, muncullah program komputerisasi Al-Qur’an maupun Hadis, program perpustakaan Islam digital, yang cukup disimpan di dalam sebuah external hard disc yang dengan mudah dapat dibawa ke mana-mana. Nalar digital adalah suatu zaman di mana manusia memiliki kesempatan dan keberuntungan untuk mencari, dan membaca data-data, informasi-informasi, dan ilmu pengetahuan mengenai apa saja dengan sangat cepat dan efisian.

Dalam konteks semacam itu, kajian Al-Quran dan Tafsir tidak boleh ketinggalan zaman. Ia harus dikaitkan dengan semangat zamannya. Penggunaan teknologi informasi tidak dapat tidak merupakan suatu keharusan bagi pengembangan kajian ilmu Al-Quran dan Tafsir. Anda bisa membanyangkan bahwa jika anda bercerama atau berkhotbah, kemungkinan para audience atau pendengarnya adalah ratusan orang. Jika anda menulisa buku yang diterbitkan oleh sebuah penerbit, maka pembaca buku anda kira-kira dua ribu hingga lima ribu pembaca. Namun jika anda menulis di website, maka sangat mungkin pembaca tulisan anda mencapai hitungan lebih dari puluhan ribu hingga jutaan pembaca. Lebih-lebih jika anda menggunakan fasilitas you tube atau fasilitas media sosial lainnya.

Di negara Iran, bahkan sudah dibangun sebuah gedung megah yang merupakan Pusat Komputerisasi Ilmu-ilmu Keislaman. Di gedung itu, semua karya, baik berupa buku maupun jurnal dibuatkan versi digitalnya. Dengan demikian, buku-buku dan jurnal-jurnal ilmiah itu menjadi kekayaan intelektual yang sangat mahal harganya. Oleh karena itu, sejak sekarang, kita harus memulai proses digitalisasi karya-karya dosen dan mahasiswa, sehingga karya-karya itu dapat dipasarkan melalui website atau televisi. Dengan demikian kajian ilmu Al-Quran dan Tafsir tidak out of date. Para sarjana dan ilmuwan dari perguruan tinggi umum seperti ITB dan UI seringkali mereka lebih dulu menggunakan teknologi untuk memasarkan ilmu dan pengetahuannya.Oleh karena itu, kita juga tidak boleh ketinggalan untuk merespon perkembangan teknologi itu agar aksiologi dan kegunaan ilmu dan pengetahuan yang kita miliki semakin jelas dan meluas, tidak hanya go national, tetapi juga go international.

Periksa juga

Panduan Summry Skripsi 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *