oleh: Lutfiah Fitriani

Marhaban Ya Ramadhan

Seluruh umat muslim bersuka cita menyambut bulan yang istimewa ini, karena bulan Ramadhan menjadi bulan yang sangat diagungkan oleh setiap Insan. Kita dapat memperoleh ribuan keberkahan di dalamnya. Salah satunya adalah pahala yang dilipat gandakan. Keberkahan bulan Ramadhan ini menjadi pemicu semangat umat untuk berlomba-lomba dalam mendapatkannya. Oleh karena itu, ada beberapa keutamaan bulan Ramadhan yang bisa diraih keberkahannya, antara lain :

Pertama, puasa di bulan Ramadhan bagian dari Rukun Islam

Sebagaimana telah diketahui bersama dalam Q.S Al-baqarah: 183 bahwa Puasa di bulan Ramadhan merupakan suatu kewajiban bagi setiap umat muslim agar mereka bertakwa. Ibadah puasa juga merupakan rukun islam yang ke-4, sebagaimana sabda Rasulullah saw yang artinya “Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma dia berkata: ”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Islam itu dibangun di atas lima dasar: persaksian (syahadat) bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah subhanahu wa ta’ala dan Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, haji (ke Baitullah) dan puasa di bulan Ramadhan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Kedua, Ramadhan bulan diturunkannya Alquran

Setiap tanggal 17 Ramadhan, umat muslim memperingati peristiwa bersejarah yakni Nuzulul Qur’an, hari di mana Alquran pertama kali diturunkan oleh Allah SWT, dimana ayat yang pertama kali turun pada saat itu adalah Q.S Al-Alaq ayat 1-5.

Sebagaimana firman Allah yang artinya “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Alquran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185).

Imam Ibnu Katsir memaparkan, “Allah Ta’ala memuji bulan Ramadhan diantara bulan-bulan lainnya. Yaitu dengan memilihnya sebagai bulan diturunkannya Alquran Al Azhim” (Tafsir Ibnu Katsir, 1/501)

Bahkan selain Alquran, Ramadhan juga adalah bulan diturunkannya kitab-kitab Allah sebelumnya.

Ketiga, setan-setan dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu surga dibuka ketika Ramadhan tiba

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.”(H.R. Bukhari Muslim)

Al Qodhi ‘Iyadh mengatakan, “Hadits di atas dapat bermakna, terbukanya pintu surga dan tertutupnya pintu Jahannam dan terbelenggunya setan-setan sebagai tanda masuknya bulan Ramadhan dan mulianya bulan tersebut.”

Lanjut Al Qodhi ‘Iyadh, “Juga dapat bermakna terbukanya pintu surga karena Allah memudahkan berbagai ketaatan pada hamba-Nya di bulan Ramadhan seperti puasa dan shalat malam. Hal ini berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Di bulan Ramadhan, orang akan lebih sibuk melakukan kebaikan daripada melakukan hal maksiat. Inilah sebab mereka dapat memasuki pintu surga nya. Sedangkan, tertutupnya pintu neraka dan terbelenggunya setan inilah yang mengakibatkan seseorang mudah menjauhi maksiat ketika itu.”

Keempat, terdapat malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan

Pada bulan Ramadhan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu lailatul qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan saat diturunkannya Alquranul Karim.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr: 1-3).

Dan Allah Ta’ala juga berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhan: 3).

Adapun maksud dari malam yang diberkahi di sini adalah malam lailatul qadar. Sebab, malam tersebut jatuh pada bulan Ramadhan. Oleh karena itu, banyak sekali orang yang memanfaatkan waktunya untuk selalu dekat dengan Alquran pada bulan yang mulia ini. Terutama pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan yang menjadi bukti bahwa bulan  ini memiliki keistimewaan lebih dari pada bulan lainnya

Kelima, bulan Ramadhan adalah salah satu waktu dikabulkannya Do’a

Berdo’a di bulan Ramadhan merupakan waktu yang mustajab untuk dikabulkan Allah. Diantara waktunya yaitu menjelang berbuka puasa. Bahkan sepanjang waktu puasa dari mulai terbit fajar hingga terbenam matahari adalah waktu mustajab untuk berdo’a. Sebab, berdo’a di waktu puasa Ramadhan ini memiliki kekuatan untuk di kabulkan oleh Allah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizholimi”. (Riwayat Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Hadits ini menunjukkan bahwa disunnahkan bagi orang yang berpuasa untuk berdo’a dari awal ia berpuasa hingga akhir karena ia dinamakan orang yang berpuasa ketika itu.”

Selanjutnya, beliau juga mengatakan “Disunnahkan bagi orang yang berpuasa ketika ia dalam keadaan berpuasa untuk berdo’a demi keperluan akhirat dan dunianya, juga pada perkara yang ia sukai serta jangan lupa pula untuk mendoakan kaum muslimin lainnya.”

Sebagai bentuk keistimewaan bulan Ramadhan, banyak sekali keutamaan lain yang bisa di dapatkan, tentunya dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat dan bernilai ibadah. Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, bulan ini menjadi bulan yang sangat mulia. Karena itu, pahala yang akan didapatkannya pun akan dilipat gandakan, serta menjadi kesempatan besar bagi setiap hamba untuk meningkatkan ketakwaan dan taubat penuh ampunan. Bulan Ramadhan ini banyak sekali celah ibadah yang harus dipenuhi terutama dalam berdo’a. Oleh karena itu,  sungguh sangat merugi orang yang meninggalkan kemuliaan bulan Ramadhan ini. Wallahuaallaam..