Lompat ke konten

Ilmu Al-Qur'an Dan Tafsir

Aku, semenjak Kuliah Online

Aku, semenjak Kuliah Online

Pendahuluan

Di abad ke-21 ini teknologi menjadi semakin penting. Revolusi inggris yang telah mampu mengubah dari kehidupan manual kepada penggunaan teknologi digital (Muhasim, 2017). Kemudahan mengakses segala hal adalah kunci utama era digital ini. Manusia dapat belajar dimana saja dan kapan saja. Dalam hal ini, pembelajaran ini berbasis otentik dan individu.

Di Indonesia, strategi pembelajaran yang populer saat ini adalah pembelajaran tradisional, yaitu pembelajaran berbasis kelas (klasikal) dengan menggunakan metode ceramah (Sari, 2013). Artinya mahasiswa terikat ruang dan waktu yang sama dengan teman sekelas  dan dosennya untuk melangsungkan pembelajaran. Pada masa pandemi Covid-19 ini tentu pembelajaran basis online menjadi alternatif, akan tetapi peralihan dari tradisional kepada basis online mempunyai dampak tersendiri bagi mahasiswa. Sedemikian itu, Hal ini sememangnya menjadi topik yang kita harus sikapi.

Pembahasan

Aku, adalah salahsatu mahasiswa yang merasakan dampak kuliah online ini. Terlepas dari dampak positif atau negatif, aku lebih banyak merasakan dampak negatif mulanya. Keterbatasan sinyal menjadi kendala utama karena aku tinggal di pelosok daerah dan ini membuat akses internet tersendat-sendat. Tugas kuliah yang bertubi-tubi tak tahu diri dan miringnya jaringan internet membuat aku frustasi. Liburan yang seharusnya menjadi penawar stress justru tidak diperbolehkan karena harus di rumah aja.

Sebagaimana disebutkan oleh Atikah Rasa Fauzia bahwa orang yang mengalami stress akan menunjukan penurunan konsentrasi, perhatian dan kemunduran memori (Fauzia, 2016). Ini dapat menjadi hambatan motivasi belajar seperti mood swing ketika menghadapi proses perkuliahan dan bahkan menimbulkan penurunan nilai pada mata kuliah itu sendiri. Hal lain juga sering terjadi padaku seperti kurang responsif ketika proses diskusi menjadikan aku minim wawasan. Kurangnya interaksi antara dosen dengan mahasiswa atau mahasiswa dengan mahasiswa justru memperlambat kinerja otakku yang cenderung membuat otak beku dan lidah kelu.

Pengemasan perkuliahan basis daring ini memang menghemat waktu karena bersifat fleksibel dan kondisional. Tetapi menurutku, ada beberapa dosen yang tidak terampil menggunakan jasa internet ini sehingga berdampak pada tidak terealisasikan capaian mata kuliah itu. Ini merupakan kerugian besar bagiku, aku tidak mendapatkan asupan pengetahuan yang memadai yang merupakan hak aku sedangkan aku sudah membayar mahal untuk Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Diriku yang sesungguhnya adalah diriku yang harus mampu melawan diriku sendiri. Tak peduli banyak kendala di sekitarku, aku harus mampu menghindari kegagalan di suatu saat nanti. Meminimalisir menurunnya nilai IP semester ini dengan segala keterbatasan fasilitas. Agus Suharno dan Siti Fitriana mengatakan yang dapat digunakan untuk melawan gangguan-gangguan yang timbul mempengaruhi laju perkembangan masa depan kita yaitu dengan memunculkan rasa percaya diri (Agus Suharno).

Alternatif atau upaya yang aku lakukan untuk memunculkan rasa percaya diri menghindari kegagalan yang di akibatkan kuliah online ini adalah:

  1. Aktif mengupdate informasi di media sosial
  2. Perbanyak baca jurnal dan e-book
  3. Aktif mengikuti webminar atau kajian
  4. Produktif sesuai skill
  5. Tidak gaptek
  6. Prioritaskan target harian

Poin-poin tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:

Media sosial tentunya sudah tak asing bagi dewasa kini apalagi mahasiswa. Selain mengikuti tren zaman media sosial juga melatih daya kritik dan mempertajam pengetahuan bagi yang memiliki keinginan. Apapun yang kumau bisa kudapatkan dari media sosial. Aku memanfaatkan segala fitur yang tersedia untuk berselancar ria menjelajah wawasan yang tak sempat didapatkan dulu. Karena pengaruh era digital ini sehingga menarik perpustakaan untuk berbasis elektronik. Banyak sekali e-perpustakaan seperti e-resources, ipusnas.id, perpusnas.go.id, jurnal al-Bayan, digilib.uinsgd  dan seterusnya. Aku bisa mengakses berbagai jurnal atau e-book sesuai kebutuhanku. Tawaran webminar atau kajian menjadi kesempatan emas bagiku untuk mengasah skill, memperluas pengalaman menyesuaikan dengan waktu luangku. Selain itu, e-sertifikat menjadi poin plus untuk menunjang karier ku nanti.

Pemaparan diatas adalah serangkaian cara yang kulakukan untuk menghidari nasib buruk karena kuliah online. Sebagai mahasiswa aku harus berpikir terbuka melihat berbagai macam resiko yang akan muncul. Untuk memenuhi hal tersebut, aktifitasku mulai padat daripada biasanya. Aku mulai paham bagaiman cara mendapatkan informasi yang benar. Aku mulai dapat membedakan  informasi hoax dan valid. Dari sekian jurnal yang kubaca, aku mendapatkan wawasan baru bagaimana penulisan jurnal yang baik dan benar. Aku mulai menyadari kemudahan teknologi ini sangat berpengaruh besar terhadap masa depanku. Kesemua itu, aku dapatkan sejak perkuliahan kelas diganti dengan kuliah online.

Demikian yang saya paparkan itu merupakan suata usaha menyikapi dampak buruk kuliah online dengan memanfaatkan dampak baiknya. Untuk menghindari nasib terburuk karena kuliah online saya berupaya terus melakukan kegiatan positif agar mencapai progress.

 

Daftar pustaka

Agus Suharno, S. F. (n.d.). Memahami Diri Sendiri Untuk Membangun Rasa Percaya Diri Dengan Cepat Dalam Berbagai Situasi. 15.

Fauzia, A. R. (2016). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Jiwa Mahasiswa , 90.

Muhasim. (2017). Pengaruh Teknologi Digital Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik. Jurnal Studi Keislaman dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2, 25.

Sari, A. R. (2013). Strategi Blanded Learning Untuk Peningkatan Kemandirian Belajar dan Kemampuan Critial Thinking Mahasiswa di Era Digital. Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol. XI, No 2, 43.

 

Penulis : Dian Windari