Lompat ke konten

Ilmu Al-Qur'an Dan Tafsir

Bedah Buku Nasaruddin Umar: Tuhan itu Lebih Feminin

  • oleh

IQT.UINSGD.AC.ID – Dalam rangka hari milad Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (Harmonic Tafsir 4.0), Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir ( HMJ – IAT ) UIN Bandung gelar webinar bedah buku bersama Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA. pada senin (25/10/2021) secara online di ruang zoom meeting yang dihadiri 64 orang dari berbagai universitas di Indonesia.

Ketua pelaksana, Sofi Siti Maryam menyebutkan bahwa webinar ini mengangkat buku yang berjudul “Mendekati Tuhan dengan Kualitas Feminin” dengan alasan buku ini berusaha melacak akar-akar teologis perempuan serta mengekplorasi sifat-sifat feminin Tuhan agar kesetaraan gender dapat tercipta.

Tambahnya, “pemateri merupakan penulis buku langsung, yang dikenal sebagai pakar gender dan tafsir qur’an, beliau membahas persoalan perempuan dengan kacamata berbeda untuk menyingkap segala diskriminasi yang terjadi kepada perempuan khususnya dari segi tafsir qur’an,” lanjut Sofi saat diwawancara via WhatsApp pada senin (3/1/2022).

Pada acara tersebut Nasaruddin Umar memaparkan bahwa yang ditonjolkan dalam bukunya yaitu berbicara tentang keluasan makna relasi gender. “Relasi gender bukan hanya untuk pasangan mikrokosmos manusia saja, tetapi makrokosmos juga memiliki relasi gendernya,” papar Umar.

Tambahnya pula bahwa Tuhan itu lebih menonjol sebagai tuhan perempuan (feminin). “Kita bisa telaah asmaul husna, bahwa asma-Nya lebih mengedepankan dirinya sebagai rububiyah, bukan sebagai uluhiyah. Uluhiyah itu dirinya sebagai Maha Agung, Maha Perkasa, Maha Jantan, Maha Maskulin, sedangkan rububiyah itu sebagai Maha Pengasih, Maha Feminin, Maha Penyantun dan seterusnya.”

Di sesi akhir pemaparan, Umar berpesan bahwa saat kita ingin menjadi khalifahnya Allah, tirulah kualitas-kualitas Allah dengan lebih menonjolkan kualitas feminin daripada maskulin. Karena semakin feminin seorang manusia sebagai khalifah, semakin panjang usia bumi.

Peserta bedah buku, Yash Abdul Aziz mahasiswa semester 3 jurusan Hukum Tata Negara, UIN Sunan Gunung Djati Bandung turut mengungkapkan antusiasnya pada acara ini, “Dengan adanya bedah buku ini, membantu saya memahami isi buku tersebut. Di samping itu juga, saya mendapatkan teman-teman baru,” ungkapnya saat diwawancarai WhatsApp pada senin (3/1/2022).

Selain itu, Yash juga menyampaikan harapannya pada acara ini. “Acara bedah buku ini membantu saya untuk membuka wawasan. Saya harap acara selanjutnya bisa dilaksanakan secara offline apabila memungkinkan,” tutupnya.

Reporter: Lutfiah Fitriani/2020

Redaktur: Nur Alfiyah/2018