Lompat ke konten

Ilmu Al-Qur'an Dan Tafsir

Covid-19 Awal Dari Segala Rindu

Covid-19 Awal Dari Segala Rindu

Oleh : Devi Purnamasari

 

Mentari sudah mulai meninggi dan jam di pergelangan tanganku sudah menunjukan pukul 07.45 ,itu berarti mata kuliah Manajemen Operasi akan segera dimulai dalam 15 menit kedepan. Secepat mungkin aku segera menyelesaikan pekerjaan rumah yang sudah menjadi rutinitas sehari-hariku selama masa pandemi, namun waktu terlalu cepat melaju sehingga aku harus menunda terlebih dahulu beberapa pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Mengingat hari ini adalah giliran kelompokku untuk melaksanakan presentasi, maka aku harus segera bersiap agar dapat hadir tepat waktu. Meskipun tidak sempat mandi, namun penampilanku harus bersih dan rapi agar enak dipandang ketika presentasi berlangsung. Biasanya, setelah bangun tidur pukul 04.00 aku segera mandi dan mengambil air wudhu. Namun, hari ini aku terbangun pukul 04.30 dan tidak sempat mandi karena setelah melaksanakan shalat subuh, aku harus bergegas  mengambil pakaian tetangga untuk dicuci. ya, selain menjadi seorang mahasiswa, saat ini aku juga bekerja sebagai buruh cuci.

Setelah Ayah meninggal dunia 1 tahun yang lalu, aku berusaha menjadi pekerja paruh waktu untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya kuliah. Sebelum Covid19 melanda Indonesia dan kuliah masih berjalan seperti biasa, aku bekerja sebagai pelayan toko kue khusus di hari sabtu dan minggu. namun karena adanya Covid19 dan seluruh mahasiswa belajar dari rumah, maka aku memutuskan untuk pulang ke kampung halaman dan mencari pekerjaan lain di sana. dalam masa pandemi seperti ini sangat tidak mudah untuk mencari pekerjaan, maka aku memutuskan untuk menjadi buruh cuci tetangga dengan penghasilan 10rb/hari.  Ibuku memang mempunyai penghasilan sendiri, namun itu belum cukup karena upah sebagai pembersih jalan itu tidak seberapa.

Setelah selesai mengganti baju dan sedikit memoles wajah, aku bergegas menuju teras rumah untuk mencari sinyal. rumahku berada di desa kecil yang sedikit terpencil, sehingga aku harus berusaha mencari posisi terbaik untuk mendapatkan koneksi internet yang kuat demi kelancaran proses pembelajaran jarak jauh..

setelah sampai di teras rumah dan  berhasil mendapatkan posisi dengan sinyal yang bagus, aku segera masuk ke Aplikasi Video call yang merupakan media untuk forum kelas online mata kuliah Manajemen Operasi. dalam forum tersebut telah hadir bapak Hariyadi yang merupakan Dosen mata kuliah Manajemen Operasi dan beberapa mahasiswa kelasku.

“Baik, karena waktu sudah menunjukan pukul 08.00, mari kita mulai presentasi pada pagi hari ini !” Panji,salah satu teman kelompok ku sekaligus moderator telah membuka presentasi.

Drrtttt Drrrtttt

Bersamaan dengan satu pesan yang masuk, Koneksi internet ponselku tiba-tiba berhenti dan otomatis keluar dari forum kelas online. Aku merasa ada yang tidak beres dan tanpa pikir panjang aku segera melihat isi pesan tersebut.

NARSIS

Kuota Utama 24 Jam-mu telah digunakan seluruhnya. Penggunaan selanjutnya akan dikenakan tarif normal ya. Info838

DEG

Seketika sekujur tubuh ku menegang, entah apa yang harus kulakukan, sebentar lagi giliranku untuk menjelaskan materi. pesan baru dari Provider kartu Narsis itu sudah menjadi berita buruk rutinku selama beberapa bulan terakhir, tentu ini dampak dari pembelajaran jarak jauh yang merupakan kebijakan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid19.  aku tidak mengira paket internetku akan habis hari ini, mengingat  penggunaan internet akhir-akhir ini tidak terlalu banyak.

Bagi sebagian Pelajar atau Mahasiswa, mungkin bisa dengan mudah untuk segera membeli paket internet. namun tidak bagiku, aku harus mengumpulkan uang terlebih dahulu selama beberapa hari untuk membeli Paket internet sebesar 3GB seharga Rp.30.000 dan uang itu belum terkumpul hari ini. kalaupun uang untuk paket internet sudah terkumpul, itu akan tetap sia-sia karena  jarak konter penjual pulsa dari rumahku terbilang cukup jauh dan memakan banyak waktu, sedangkan presentasi kelompok mata kuliah manajemen operasi sedang berlangsung, maka tidak ada pilihan lain selain mengikhlaskan nilai presentasiku raib karena keteledoranku sendiri.

setelah berusaha untuk menenangkan diri dan berniat kembali kedalam rumah, tiba-tiba ponselku berdering dan menampilkan panggilan masuk dengan sederet nama “Ayuni Astuti” ia merupakan salah satu teman terdekatku di kelas. Jari telunjukku segera menggeser layar ponsel untuk menerima panggilannya.

“Hallo Ayu ?”

“Tya,Kamu kenapa keluar dari kelas online? Cepetan login ! sebentar lagi giliran kamu presentasi, aku bela-belain leave dulu buat telpon kamu!” nada suaranya terdengar sangat panik.

“Maaf, Kuotaku abis yu. tolong bilangin ke kelas aku gabisa had–” ucapanku  terhenti ketika secara tiba-tiba Ayu mematikan sepihak telponnya tanpa sepatah kata pun.

Aku menatap layar ponsel yang sudah kembali menampilkan menu utama. Hembusan nafas panjang ku terdengar sangat menyedihkan, belum tenang karena paket kuota yang habis dan nilai presentasi yang raib, sekarang di tambah lagi dengan perlakuan Ayu yang seolah mengacuhkanku.

Aku mencoba untuk tenang, menghilangkan segala pikiran negatif dan  beranjak kembali ke dalam rumah, untuk melanjutkan pekerjaan rumah yang sempat tertunda.

Drrrrtt drrtttt

Namun Belum sempat aku berdiri tegak dari tempat duduk, tiba-tiba satu pesan masuk berhasil membuatku terduduk kembali di tempat semula.

NARSIS

BRONET 24Jam 5GB 30hr sudah aktif. Nikmati kuota 5GB berlaku di 00.00-23.59 aktif s.d 13-07-2020.

Dahiku seketika terlipat setelah membaca pesan tersebut, Perasaanku campur aduk antara heran,kaget,senang dan penasaran. Namun aku mengesampingkan semua perasaan itu, mengingat ada hal lain yang lebih penting untuk segera kulakukan. dengan segera aku bergegas untuk login kembali ke forum kelas online.

“Ah, Alhamdulillah tamu yang sudah lama kita tunggu telah hadir, silahkan langsung memaparkan penjelasan nya, kami sudah siap untuk mendengarkan” ujar Pak Hariyadi , dan seolah bawahan yang sedang di perintah oleh atasan, dengan sigap aku segera mulai menjelaskan Beberapa materi tanpa ragu sedikit pun.

Akhirnya kelas online telah selesai dengan baik setelah banyak drama kualami. Dan akhirnya aku sadar, Ternyata  memang benar janji Allah SWT bahwa di balik kesulitan pasti ada kemudahan, dan jangan pernah berprasangka buruk terhadap ketentuan Allah SWT.

Sebelum kembali ke dalam rumah, Aku memutuskan untuk Mengirim pesan terlebih dahulu kepada grup chat kelas untuk Meminta maaf.

Family Manajemen 4B  

Alistya Nurahma : Assalamualaikum teman-teman, Mohon maaf atas keterlambatanku di forum kelas Online tadi sampe kalian nunggu  lama :’)

Abidzar : Sip, sans aja tya, yg penting lancar jaya present nya

Alistya Nurahma : hehe makasih dzar, eh iya btw siapa yang isi ulang paket kuota ke nomer ponsel ku ?

Ayuni Astuti : Aku dong, kita sudah sepakat membelikan  paket internet buat kamu pake uang kas kelas, iya kan teman-teman ?

Feri Landau : dihhhh kapan kita sepakat ?uang kas itu buat keperluan kelas, bukan buat isi kuota mahasiswa !

Nadila : aku sepakat kok, lagian ini juga buat kepentingan kelas, kalo Listya nggak hadir dan gak menjelaskan materi, kita gak bakalan ngerti meterinya, Feri !

Ayuni Astuti : udah deh Feri, kamu ga usah so so an mikirin keperluan kelas, orang bayar uang kas aja gak pernah haha

Gilang P : yuhuuu Feri di Skakmat bu bendahara ! Wkwkwk

Senyum tipis ku seketika terukir ketika menyimak percakapan mereka di Grup chat kelas, ingatan tentang kenangan kami di kelas sebelum pandemi covid19 ini melanda Indonesia seketika muncul di benakku.

Aku Teringat bagaimana Kompak nya teman kelasku ketika Ujian sedang berlangsung, teringat tentang lelucon receh mereka yang selalu mengocok perut, teringat perdebatan antara audiens dan pemateri ketika presentasi berlangsung, teringat tentang persaingan antara Mahasiswa dalam memperebutkan hati dosen cantik atau ganteng, teringat pasangan Bucin (budak cinta) yang selalu bermesraan  tanpa menghiraukan kaum jomblo yang merasa panas dan banyak kenangan-kenangan lain yang sangat membuat ku rindu. Dan doa yang saat ini selalu kupanjatkan adalah semoga Allah SWT Segera mengangkat Pandemi Covid19 ini agar setiap pelajar atau mahasiswa sepertiku tidak perlu khawatir kuota internet habis untuk kuliah online dan agar Setiap jiwa yang sedang merindu segera Menemui temu, termasuk diriku.