Covid 19 merupakan wabah penyakit yang menjangkit seluruh dunia, baik itu negara berkembang bahkan negara maju pun terkena virus ini. Wabah penyakit yang menyebar luas ini sangat berdampak terhadap tatanan kehidupan makhluk di muka bumi ini, seperti bidang sosial, agama, ekonomi, politik dan sebagainya. Untuk lebih khususnya akan dibahas mengenai dampak positif dan negatif covid 19 terhadap kehidupan sosial-agama di Indonesia.

Sebagaimana telah diketahui, bahwasanya manusia merupakan makhluk sosial. Tentu dengan adanya wabah penyakit ini berdampak terhadap tatanan kehidupan sosial masyarakat, baik itu dampak positif maupun negatif.

Pertama, dampak positif dengan adanya covid 19 dalam kehidupan sosial yaitu hubungan keluarga semakin dekat. Hal ini dapat dijadikan ajang mempererat hubungan keluarga yang dulu dipisahkan oleh jarak, aktivitas dan kegiatan lainnya yang membuat semua anggota keluarga sibuk dengan urusannya di luar rumah. Namun sekarang, dengan adanya wabah ini pemerintah menggalakkan aturan social distancing, seluruh keluarga diharuskan tinggal di rumahnya masing-masing dan dilarang aktivitas di luar rumah.

Banyak seorang Ibu yang senang dengan berkumpulnya semua anggota keluarga. Anak-anak nya yang sekolah di luar kota, kerja di luar kota, dan suaminya yang kerja di luar kota pun harus pulang. Kursi meja makan penuh dengan orang-orang yang dicintainya, sofa keluarga yang biasanya kosong menjadi penuh dan penuh dengan canda tawa. Banyak hal lainnya yang membuat hubungan keluarga menjadi semakin erat dengan adanya wabah ini.

Kemudian, wabah ini pun berdampak positif terhadap kehidupan agama. Banyak orang yang menyangka adanya wabah ini merupakan pertanda bahwasanya bumi ini semakin tua, kehidupan akan berakhir dan menyadari bahwa tidak ada yang abadi di bumi ini. Seperti halnya yang terjadi pada umat Islam yaitu banyak orang yang sebelumnya bolong-bolong dalam shalat menjadi rajin, yang dulunya shalat di rumah menjadi rajin berjamaah di masjid. Hubungan sang makhluk dengan Tuhan nya pun semakin dekat, banyak orang yang berdoa untuk memohon ampun, memohon keselamatan dari wabah penyakit ini.  Tidak hanya umat Islam, umat agama lainpun berusaha berhubungan sedekat mungkin dengan Tuhannya.

Kedua, dampak negatif dari adanya covid 19 dalam kehidupan sosial  yaitu sulitnya untuk berinteraksi secara langsung dengan orang lain. Sejak digalakkannya aturan social distancing oleh pemerintah banyak orang yang susah bahkan tidak berinteraksi secara langsung dengan sesamanya.

Berikutnya yaitu, timbulnya rasa curiga dan hilangnya kepercayaan ditatanan kehidupan masyarakat. Hal ini dapat kita temui di pasar contohnya, para pembeli selalu dihantui dengan perasaan curiga bahwa penjual bisa saja terjangkit virus korona, kemudian barang yang dijualnya bisa saja tidak bersih, dan rasa tidak percaya lainnya. Sehingga jika hal ini terus berlangsung dan dirasakan oleh semua orang maka akan timbul kesenjangan sosial yang dapat menimbulkan ketidakkarmonisan hubungan sesama makhluk sosial.

Selain itu, dampak negatif dari covid 19 ini terhadap kehidupan sosial yaitu angka kriminal semakin meningkat. Bagaimana tidak, dengan adanya wabah ini banyak masyarakat yang dirumahkan di pekerjaannya, pedagang-pedagang di sekolahan bangkrut karena sekolah diliburkan dan pekerjaan lainnya. Hal ini dapat membuat masyarakat kekurangan pemasukan sedangkan pengeluaran besar. Maka timbul lah ide-ide kriminal agar ia dapat mempertahankan hidup. Seperti halnya yang terjadi di salah satu daerah, yang belakangan ini sering terjadi kejadian kriminal yaitu hilangnya motor, pencurian barang elektonik dan lain sebagainya.

Selanjutnya yaitu, dampak negatif adanya covid 19 dalam kehidupan Agama yaitu, pertama banyak umat bergama yang dilarang untuk beribadah di tempat ibadahnya. Seperti yang terjadi di Agama Islam tentang larangan shalat jum’at di Masjid. Hal ini membuat muslim rindu dengan rumah Allah SWT., timbulnya perpecahan karena perbedaan golongan terhadap aturan ini. Hal ini tentu membuat kehidupan umat bergama terganggu.

Selain itu, di Agama Islam hal-hal sunnah terpaksa harus ditinggalkan untuk sementara waktu. Seperti larangan bersalaman, shalat jum’at berjamaah, perkumpulan pengajian dan yang lebih besarnya lagi yaitu penundaan pemberangkatan haji. Tidak hanya di Islam agama lain seperti Krtisten, Hindu, Budha dan sebagainya.

Setiap musibah pasti ada dampak positif dan negatif, termasuk covid 19 ini. Tugas kita adalah bagaimana bersikap bijak dan dewasa terhadap dampak dari wabah ini. Mau itu dampak positif maupun dampak negatif,  akan menjadi baikbaik saja jika dihadapi dengan kelapangan dada.

Penulis : Siti Sa’adah (Mahasiswa IAT 2018)