Lompat ke konten

Ilmu Al-Qur'an Dan Tafsir

Fakultas Ushuluddin UIN Bandung Siapkan Munaqosyah Produk Teknologi

  • oleh

IQT.UINSGD.AC.ID – Sejak diberlakukannya tugas akhir dalam bentuk lain (TA-DBL) pada masa pandemi Covid-19, Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung siapkan munaqosyah dalam bentuk making product pada Juni 2021 mendatang. Setelah sebelumnya luluskan 11 sarjana lewat artikel ilmiah yang telah terindeks pada moraref.

TA-DBL tersebut merunut pada Surat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama RI. Nomor: B-759/DJ.I/Dt.I.III/04/2020, tanggal 11 April 2020. UIN Sunan Gunung Djati Bandung menindaklanjuti keputusan ini melaui Surat Edaran Rektor Nomor: B-531/Un.05/1.1/PP.00.9/05/2020, tanggal 14 Mei 2020.

Munaqosyah making product ini, dikaji oleh mahasiswa semester delapan jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Fakhri Putra Tanoto berupa integrasi Al-Qur’an terjemah Kementerian Agama (edisi penyempurnaan 2019) dengan aplikasi Whatsapp dan Telegram. Rancang teknologi ini menghasilkan prototipe Chatbot aplikasi pesan instan yang diberi nama “Quran Live Chat.

“Chatbot ini menjadi problem solving bagi masyarakat yang memiliki smartphone agar bisa berinteraksi dengan mudah melalui pesan instan. Selain itu, chatbot ini lebih mudah dikenal oleh masyarakat dengan bantuan teknologi, dan membantu para pengkaji Al-Quran dan tafsir dalam memahami isi kandungan Al-Quran,” ulas Fakhri pada profil produknya.

Langkah Fakhri ini menjadi suatu capaian yang diharap Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si., dalam meluluskan sarjana kader “Ulama Zaman Now.” Yaitu, ulama dipandu wahyu serta menguasai literasi digital. Ini sejalan juga dengan ide Wahyu Memandu Ilmu (WMI) yang menjadi paradigma UIN SGD Bandung.

Senada dengan itu, Presiden RI, Joko Widodo baru saja meluncurkan “Program Literasi Digital Nasional” yang diresmikan Kemenkominfo RI di Jakarta, Kamis, 20 Mei 2021. Presiden menghendaki percepatan transformasi digital Nasional. Khususnya, terkait pengembangan sumber daya manusia (SDM) digital.

Reporter dan redaktur: Nur Alfiyah/2018