Menjadi sebuah rutinitas tiap tahunnya , Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (HMJ-IAT) kembali laksanakan Orientasi Pengenalan Anggota Baru (OPAB). Namun kali ini dilaksanakan via daring akibat dampak Covid-19. Acara pun berlangsung mulai 30 Oktober hingga 1 November 2020, dengan mengangkat tema “Meningkatkan Kreativitas Nalar Intelektual dan Spiritual Mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Guna Terciptanya Generasi Qurani yang Unggul dan Berdaya Saing”.

Ketua pelaksana Metamorf XIII OPAB, Nurlina menjelaskan bahwa tema ini diusung dengan melihat aspek perkembangan zaman yang semakin masif serta bagaimana seharusnya mahasiswa baru jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir ini dapat ikut andil di dalamnya tanpa melupakan jati diri sebagai generasi Qurani, serta dapat  tampil dengan versi terbaiknya.

“Kita sebagai panitia pun bagian dari Mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir sebagai generasi Qurani tidak ingin dikalahkan perkembangan zaman, tapi bagaimana bisa ikut andil dalam perkembangannya serta dapat bersaing dengan liputan-liputan orang di luar sana, sehingga hasil dari liputan mahasiswa tafsir menjadi nilai yang paling unggul yang dikemas dengan berbagai kreativitas mahasiswa tersebut,” ujar Nurlina, saat ditanyai via Whatsapp, Jum’at (06/11/2020).

Acara yang berlangsung tiga hari ini dihadiri oleh lima pembicara, di antaranya: pada hari pertama diisi oleh Ketua Prodi IAT, Ecep Ismail, dan Sekretarisnya, Siti Chodijah. Mengenai pengenalan keprodian serta sistem perkuliahan hingga tahapan-tahapan yang perlu ditempuh selama menjadi Mahasiswa IAT.

Disambung pada hari berikutnya mengenai VUCA’s Era (Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity) oleh Dosen Fakultas Ushuluddin, Irma Riyani. Penjelasan mengenai keadaan dunia saat ini yang penuh ketidakjelasan karena perkembangannya begitu cepat dan kompleks. “saat ini kita berada di era post-modern, saat munculnya beragam ekspresi intelektualitas dan spiritualitas. Seperti munculnya fenomena hijrah, ekspresi sufi modern. Di sisi lain, muncul pula faham-faham radikalisme yang menuju terorisme,” ujar Irma.

Sesuai tema yang diusung dan sebuah solusi pada materi VUCA, Irma menjelaskan bahwa visi prodi menjadi jawabannya, Menjadi program studi yang unggul dan kompetitif dalam menggali dan mengembangkan sumber daya manusia (mahasiswa) di bidang kajian Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dalam bingkai wahyu memandu ilmu yang berakhlakul karimah pada tahun 2025.

“Wahyu memandu ilmu, menurut saya ini mengarahkan supaya kita menjadi intelektualitas kemudian tidak melupakan aspek ilahiah, spiritualitas kita sebagai hamba Allah. Tetap acuan kita bersumber pada Al-Qur’an dan hadits agar tetap dalam koridor yang tepat ” sambungnya. Selanjutnya, materi kepenulisan yang diisi langsung oleh Dekan Fakultas Ushuluddin, Wahyudin Darmalaksana. dan pada hari pamungkas mengenai motivasi, diisi oleh M. Yuga Fadillah yang merupakan alumni IAT angkatan 2015.

Beberapa mahasiswa baru mengaku begitu antusias saat pelaksanaan, namun menyayangkan karena dilakukan secara daring sehingga terhambat kendala teknis. “Opab nya seru sih ka, alhamdulilah setelah OPAB dapet motivasi yang awalnya masih minder masuk jurusan IAT. Cuma sayang gara-gara daring jadi banyak kendala, kaya kuota dan sinyal,” ujar Sayma Khodijah

Begitupun Nur Jannah Anggriani mengaku sangat antusias sekali, “Seru kak, cara absennya juga menarik kak. Kelompok mentornya juga seru. Duh sulit didefinisikan pokoknya kak saking serunya,” tuturnya saat dihubungi via whatsapp.