Lompat ke konten

Ilmu Al-Qur'an Dan Tafsir

How to be A High Class Muslimah

  • oleh

Oleh: Siti Sa’adah

Perempuan merupakan makhluk ciptaan Allah swt. dengan segala kelebihan, keunikan dan keistimewaan. Hal itu tentunya anugerah dari sang Maha Pencipta yang khusus diberikan kepada para perempuan di muka bumi ini. Pada peradaban sebelumnya, banyak perempuan yang menunjukkan eksistensi dirinya dengan bekal keunikan dan keistimewaan yang dimilikinya. Mereka menjadi perempuan yang berani, memiliki semangat dan kepercayaan diri tinggi, bahkan menjadi tokoh inspiratif bagi lingkungan sekitarnya. Seperti para tokoh muslimah yang senantiasa disebut dalam Alquran, agar menjadi panutan dan contoh muslimah saat ini dalam hidupnya.

Namun jauh sebelum itu, kehidupan perempuan sangatlah rendah, perempuan diperlakukan tidak manusiawi, perempuan dengan mudahnya dilecehkan, diperjual-belikan, diwariskan bahkan dikubur hidup-hidup. Hal ini menggali jurang ketidakadilan antara perempuan dan laki-laki dalam tataran sosial yang sangat kentara. Beberapa kodrat perempuan yang telah Allah swt. berikan menjadikannya dipandang rendah. Contohnya perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan. Perempuan dianggap makhluk lemah dan tidak normal dibandingkan laki-laki, karena ia mengalami menstruasi, melahirkan dan menyusui. Perbedaan biologis ini tidak bisa dijadikan alasan perempuan untuk direndahkan. Karena takdir Allah adalah menciptakan perbedaan biologis laki-laki dan perempuan, sedangkan memperlakukan perempuan atas perbedaan biologis ini bukanlah takdir Allah.

Kemudian Islam datang membawa cahaya kehidupan bagi perempuan. Derajat perempuan diangkat olehnya, secara perlahan perempuan tidak direndahhkan lagi bahkan saat ini banyak perempuan yang bisa mendapatkan hak dan kesempatannya. Banyak dari mereka mengenyam bangku pendidikan bahkan hingga perguruan tinggi. Kendati demikian, ketimpangan gender tidak menghilang begitu saja. Kelirunya mindset orang-orang dalam memandang wanita perlu dibenahi. Bahkan sesama perempuan pun pelecehan, pembulian, dll. sering dan kerap menjadi hal biasa. Seharusnya mereka saling menguatkan dan mendukung kaumnya menjadi perempuan yang berkelas terkhusus para muslimah.

Lantas, muslimah berkelas itu yang seperti apa? Muslimah berkelas adalah yang senantiasa bertaqwa kepada Allah swt. Konsep taqwa disini adalah menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Ada juga arti taqwa lainnya ialah shaleh, shaleh disini tidak hanya tentang hubungan seorang hamba dengan Allah saja, melainkan shaleh juga dalam hubungan terhadap diri sendiri dan sesama makhluk hidup lainnya. Hal tersebut disebut juga shaleh sosial.

Dari konsep taqwa tersebut, maka terdapat Life Triangle untuk kita dapat menjadi muslimah berkelas yang diantaranya ada Allah, Me, dan Others. Yang pertama Allah, seorang muslimah harus menerapkan loving God dalam hidupnya yaitu dengan meyakini keberadaannya, memahami ketentuannya, memaknai perintah dan larangangnnya, dan meluruskan niat karena Allah.

Kedua ialah Self. Seorang muslimah yang berkelas adalah ia yang selalu menggali dan meningkatkan potensi dirinya, dengan mengenali peran diri, menggali potensi diri, meyakini potensi diri dan memaksimalkan potensi diri. Dari hal ini kita dapat mengetahui bahwa para perempuan perlu memiliki semangat tinggi untuk meningkatkan taraf hidupnya dan menggapai mimpi-mimpinya.

Ketiga, Others. Sebagai makhluk sosial, muslimah harus memperhatikan lingkungan sekitar dengan sharing, caring dan inspiring. Yakni berbagi kebaikan, baik berbagi ilmu, materi ataupun tenaga. Ia juga senantiasa peduli dan peka terhadap permasalahan sosial disekotarnya serta mampu menginspirasi orang lain khususnya muslimah lainnya.

Maka dapat kita simpulkan, bahwasanya muslimah berkelas itu ialah yang bertaqwa kepada Allah swt. dengan sebenar-benarnya menghamba kepada Allah, sehingga jika para muslimah sudah benar-benar bertaqwa maka tidak akan ragu lagi dalam bertindak. Perempuan yang seringkali ditekan agar tidak muncul ke permukaan ini dapat perlahan bangkit dengan konsep How to be A High Class Muslimah ini. Muslimah harus dapat bermanfaat seluas-luasnya baik untuk dirinya sendiri bahkan lingkungan sekitarnya. Sebagaimana satu ungkapan kalimat “Aku bermanfaat maka aku ada”.

 

Sumber: Materi dari Dr. Nur Rofiah, Bil. Uzm. dan Dr. Neng Hannah, M.Ag pada acara Online Discussion on Kartini’s Day yang diselenggarakan Departemen Pemberdayaan Perempuan HMJ-IAT Sunan Gunung Djati Bandung.