Oleh: Syfa Fauzia Mustofa

Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Islam, dirayakan oleh umat Muslim di seluruh dunia dengan puasa. Di bulan ini umat Islam diwajibkan berpuasa selama sebulan penuh. Barang siapa yang mengerjakannya didasari iman dan ihtisab (mengharap pahala dari Allah swt.) maka Allah swt. akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Bulan ini adalah kesempatan kita untuk memperbanyak ibadah dan berbuat kebaikan karena pahala kebaikan yang kita lakukan akan Allah swt. lipat gandakan. Sebagaimana Rasulullah saw. bersabda, “Dalam bulan biasa, pahala setiap kebajikan dilipatgandakan 10 kali lipat, namun dalam bulan Ramadhan pahala amalan wajib dilipatgandakan 70 kali lipat dan amalan yang sunah disamakan dengan pahala amalan wajib di luar Ramadhan.” (H.R. Muslim)

Ada banyak amalan sunnah yang bisa dikerjakan pada bulan Ramadhan dan ganjaran pahalanya berlipat ganda. Berikut amalan-amalan sunnah di bulan Ramadhan :

Pertama, sahur

Rasulullah saw. bersabda: “Makan sahur adalah berkah, maka janganlah kalian meninggalkannya, walau kalian hanya meminum seteguk air, karena Allah ‘Azza wa Jalla dan para malaikat mendoakan orang yang makan sahur.” (HR. Ahmad dari Abu Sa’id Al Khudri radhiallahu ‘anhu)

Para ulama telah sepakat tentang sunnahnya sahur untuk puasa. Meski demikian, tanpa sahur pun puasa tetap boleh. Tetapi makan sahur menjadi berkah karena salah satunya berfungsi untuk mempersiapkan tubuh yang tidak akan menerima makan dan minum sehari penuh.

Selain itu, meski secara langsung tidak berkaitan dengan penguatan tubuh, tetapi sahur itu tetap sunnah dan mengandung keberkahan. Misalnya buat mereka yang terlambat bangun hingga mendekati waktu subuh. Tidak tersisa waktu kecuali beberapa menit saja. Maka tetap disunnahkan sahur meski hanya dengan segelas air putih saja.

Kedua, menyibukkan diri dengan mencari ilmu dan tilawah Al-Qur’an

Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat erat hubungannya dengan Al-Qur’an, karena saat itulah Al-Qur’an diturunkan. Karena itu, disunnahkan untuk memperbanyak mendalami ilmu serta membaca Al-Quran, shalawat pada Nabi dan zikir-zikir baik pada siang hari ataupun malam hari, amalan ini telah menjadi aktivitas utama sejak masa Nabi Muhammad saw. “Jibril as. mendatangi Rasulullah saw. pada tiap malam bulan Ramadhan dan mengajarkannya Al-Qur’an.” (HR Bukhari dan Muslim)

Ketiga, memperbanyak sedekah

Rasulullah saw. memperbanyak amalan dengan bersedekah di bulan Ramadhan. Berdasarkan hadis Shahih Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Abbas r.a, “Nabi shallallahu alaihi wasallam adalah orang yang amat dermawan, dan beliau lebih dermawan pada bulan Ramadhan, saat beliau ditemui Jibril untuk membacakan padanya Al-Quran. Jibril menemui beliau setiap malam pada bulan Ramadhan, lalu membacakan padanya Al-Quran. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika ditemui jibril lebih dermawan dalam kebaikan daripada angin yang berhembus.” (HR. Bukhari No. 3220)

Sedekah di bulan Ramadhan lebih utama dikerjakan. Sedekah dapat diawali dari hal sederhana yang sangat bermanfaat. Contohnya mengajarkan Alquran, membagi informasi yang bermanfaat, berbagi takjil, menyediakan hidangan buka puasa, membagi hidangan sahur, membangunkan orang untuk sahur dan lain-lain.

Keempat, menyegerakan berbuka puasa

Disunnahkan untuk menyegerakan berbuka sebelum shalat Maghrib. Meski hanya dengan seteguk air atau sebutir kurma. Dari Anas ra. berkata “bahwa Rasulullah saw berbuka dengan ruthab (kurma muda) sebelum shalat. Bila tidak ada maka dengan kurma. Bila tidak ada maka dengan minum air.” (HR Abu Daud, Hakim dan Tirmizy)

Kelima, menjauhi perbuatan yang merusak puasa

Disunnahkan untuk meninggalkan semua perkataan kotor dan keji serta perkataan yang membawa kepada kefasikan dan kejahatan. Termasuk di dalamnya adalah ghibah (bergunjing), namimah (mengadu domba), menuruti syahwat, berjudi, dusta dan berbohong. Meski tidak sampai membatalkan puasanya, namun pahalanya hilang di sisi Allah swt. Sedangkan perbuatan itu sendiri hukumnya haram baik dalam bulan Ramadhan atau di luar Ramadhan. Dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah bersabda “Betapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar saja.” (HR. Ahmad No. 9685, Ibnu Majah No. 1690, Ad Darimi No. 2720)

Keenam, beri‘tikaf

Disunnahkan untuk beri‘tikaf terutama pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Salah satunya adalah untuk mendapatkan pahala malam lailatul qadar. Aisyah ra. berkata, ”Bila telah memasuki 10 malam terakhir bulan Ramadhan, Nabi saw. menghidupkan malam, membangunkan keluarganya (isterinya) dan meninggalkan isterinya (tidak berhubungan suami isteri).” (HR Bukhari dan Muslim)

Ketujuh, shalat tarawih, witir dan tahajud

Meskipun shalat tarawih adalah shalat sunnah tetapi shalat tarawih memiliki keutamaan dan ganjaran yang besar. Dari Abu Hurairah ra., “bahwa Rasulullah bersabda: Barangsiapa yang salat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap ganjaran dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari No. 37, Muslim No. 759). Dan juga Shalat tarawih merupakan seutama-utamanya shalat sunnah. Pendapat ini dikemukakan oleh para ulama Mazhab Hambali.

Setelah shalat tarawih biasanya kita melanjutkannya dengan shalat witir. Shalat witir menjadi salah satu amalan baik di malam Ramadhan karena memiliki banyak keutamaan jika dikerjakan. Shalat witir merupakan shalat sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah. Dalam hadits, dari Ali ra. ia berkata: “Witir tidaklah wajib sebagaimana sholat fardhu. Akan tetapi ia adalah sunnah yang ditetapkan oleh Rasulullah saw“.

Saat Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk melakukan ibadah sebanyak mungkin. Sehingga melaksanakan shalat tahajud saat bulan Ramadhan dapat menambah amalan ibadah. Shalat sunnah ini dikerjakan setelah bangun dari tidur malam. Allah swt. berfirman: “Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (Q.S. Al-Isra’ : 79)

Demikianlah, amalan-amalan sunnah yang bisa disampaikan karena masih banyak amalan sunnah yang bisa dikerjakan di bulan Ramadhan ini. Teruslah mengerjakan amalan-amalan sunah bahkan tidak melupakan amalan wajibnya karena bulan Ramadhan ini kesempatan kita untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda.