Lompat ke konten

Ilmu Al-Qur'an Dan Tafsir

JANGAN TAKUT! SETIAP KESULITAN TERDAPAT DUA KEMUDAHAN

  • oleh

Oleh: Raihan Sabdanurrahmat

            Setiap manusia akan menghadapi cobaan dan kesulitan. Kesulitan dan cobaan yang diberikan oleh Allah SWT berdasarkan teks hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari menjelaskan bahwa ketika Allah menghendaki hambanya untuk menjadi pribadi lebih baik maka Allah akan memberikan cobaan dan kesulitan.

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ

Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah menjadi orang baik maka ditimpakan musibah (ujian) kepadanya.” (HR. Bukhari)

Dalam teks hadist yang lain yang diriwayatkan imam muslim menjelaskan bahwa setiap muslim yang berhasil melewati cobaan maka dosa-dosanya akan diampuni.

            Dalam Al Quran surat Al-Baqarah ayat 286 Allah berfirman bahwa cobaan yang diberikan oleh Allah tidak akan pernah melampaui kesanggupan seorang hamba-Nya. Ini merupakan salah satu impilkasi dari sifat ke Maha Rahman dan ke Rahiman Allah SWT. selain dari pada itu dalam surat Al-Insyirah ayat lima dan enam Allah berfirman:

فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ ٥ اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ ٦

Yang artinya “Maka, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan”.

            Pada surat Al-Insyirah kalimat beserta kesulitan ada kemudahan diulang dua kali yaitu pada ayat lima dan ayat enam. Tentu pengulangan ini bukanlah bentuk pemborosan kata karena mengulang kata dengan makna yang sama dua kali, namun pengulangan ini memiliki hikmah dan maksud tertentu di dalamnya. Berdasarkan kaidah tafsir salah satu maksud dari pengulangan ini atau dalam bahasa arabnya disebut dengan takrir adalah berfungsi sebagai taukid atau penegasan.

            Imam asy Syuyuthi menegaskan bahwa dalam ilmu tata bahasa arab penggunaan tikrar yang berfungsi sebagai taukid lebih kuat daripada penggunaan taukid seperti biasanya. Artinya dalam ayat ini Allah bermaksud menegaskan bahwa disetiap kesulitan pasti terdapat kemudahan.

            Lebih lanjut lagi Ibnu Abbas menjelaskan mengenai kata al-usr (kesulitan) dan kata yusra (kemudahan). Dalam surat Al-Insyirah ayat lima dan enam kata al-usr disebut dan diulang dua kali dengan menggunakan redaksi makrifat (khusus) yaitu dengan penambahan alif lam yang berfungsi sebagai al-had adz-dzikri (pembatasan penyebutan). Sedangkan kata yusra disebutkan dua kali dengan menggunakan redaksi nakirah (umum).

            Maksud dari pengulangan al-usr dengan menggunakan redaksi marifat adalah hakikat makna dari al-usr pada ayat lima sama dengan kata al-usr pada ayat enam. Sedangkan maksud dari pengulangan kata yusra dengan menggunakan redaksi nakirah berarti hakikatnya yusra pada ayat lima berbeda dengan yusra pada ayat enam. Sehingga makna yang dapat diambil adalah bahwa disetiap satu kesulitan terdapat dua kemudahan.

            Senada dengan Ibnu Abbas, Wahbah Zuhaili menjelaskan dalam Tafsir Al Munir mengenai sebab turunnya ayat lima dan enam. Ayat ini turun ketika kaum musyrikin menghina kefakiran kaum muslimin. Menurut Ibnu Jarir yang diriwayatkan dari Hasan Al-Basri ketika ayat ini turun Rasulullah SAW bersabda:

Ada kabar gembira. Kalian akan mendapatkan kemudahan. Satu kesulitan tidak akan pernah mengalahkan dua kemudahan”.

            Dari penafsiran ini dapat diambil hikmah, pertama, Allah amat sayang kepada hambanya, terlihat dari di samping Allah tidak pernah memberikan cobaan diluar kesanggupan hambanya, Allah juga menambah kemudahan lain dengan memberikan dua kemudahan dalam setiap satu kesulitan.

            Kedua, memberikan motivasi lebih kepada kaum muslimin yang tertimpa cobaan yang sulit untuk lebih bersabar dalam menghadapinya, dan menambah keyakinan bahwa semua kesulitan pasti terdapat jalan keluarnya.

*Penulis merupakan mahasiswa IAT angkatan 2018