IQT.UINSGD.AC.ID – Jurusan Ilmu Alquran dan Tafsir (IAT) UIN Bandung menggelar Webinar Literasi Quran Nasional yang bertajuk “Bedah, Launching, dan Sosialisasi Wakaf Mushaf Tadabur”, via Zoom Meeting dan live YouTube di channel  HMJ IAT UIN Bandung, pada Jum’at (02/04/2021). Webinar ini merupakan kolaborasi bersama antara Jurusan IAT, Wasathiyyah Center, Paguyuban Alumni Al-Azhar Mesir Jawa Barat (PAAM Jabar), dan Quran Cordoba yang dihadiri 242 peserta dari beragam instansi.

 

Pimpinan Wasathiyyah Center sekaligus penggagas acara ini, Dr. Agus Suyadi Raharusun,Lc menyebutkan  banyaknya masjid dan musola di tanah air yang terdampak bencana, khususnya Jawa Barat, serta tingginya angka buta huruf dan makna Alquran pada umat menjadi alasan utama program ini diluncurkan.

 

“Ketua Dewan Masjid Indonesia, beberapa bulan lalu menyampaikan juga sebuah informasi, tentang kenyataan hampir 65% masyarakat muslim kita masih dalam keadaan buta huruf Alquran. Keadaan ini tentu bisa diperparah lagi, bahwa buta huruf disana bukan hanya buta huruf pada bacaan Alquran, tetapi buta huruf pada memaknai Alquran. Gagal faham terhadap Alquran adalah sebuah bencana untuk kita semua”, ungkap Dr. Agus.

 

Turut hadir Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Bandung, Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag, dan Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, Prof. Dr. Rachmat Syafe’i yang membuka secara resmi acara ini. Keduanya mendukung penuh seluruh kegiatan ini dengan harapan, program ini berjalan dengan lancar dan berkah serta menjadi jalan tersampaikannya kebaikan-kebaikan Alquran kepada umat.

 

Webinar yang menarik animo besar peserta ini, menghadirkan empat pakar ternama diantaranya, Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar Mesir (OIAA) Indonesia, Dr. TGB Muhammad Zainul Majdi, Lc., M.A, Wakil Rektor I UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag, Direktur Wasathiyyah Center Indonesia, Dr. Abbas Mansur Tamam, Lc., M.A, dan Direktur Pasca IAIC Tasikmalaya, Dr. H. Thoyib Bakhtiar Zain, Lc., M.A, yang dimoderatori langsung oleh Ketua Jurusan IAT, Ecep Ismail, M.Ag.

 

Prof. Rosihon, memulai sesi materi dengan menyampaikan bahwa konsep tafsir dan tadabur saling berkaitan dan sulit dipisahkan, peradaban emas Islam yang dahulu menguasai dunia pun lahir dari wujud nyata tadabur Alquran. “Seharusnya ini menjadi pelajaran, saat ini kita diwarisi banyak kitab tafsir namun dampaknya belum terlihat, mungkin implementasi tilawah dan tafsir Alquran kita (tadabur) belum diperhatikan,” jelasnya.

 

Senada dengan hal itu, Dr. Abbas Mansur menyuarakan bahwa  hakikat dari tilawah adalah memahami Alquran, dan perlu dipertanyakan lagi, bagaimana seorang mu’min membaca Alquran namun buta akan maknanya. “Persoalan kita bukan hanya membangun kesadaran membaca Alquran, tapi juga ta’allum, mempelajari isi Alquran. Maka Mushaf Tadabur ini menjadi penting,” ungkapnya.

 

Sementara itu, dari sisi balaghah Dr. Thoyib menjelaskan bahwa siapa saja yang bersentuhan dengan Alquran tanpa mengedepankan aspek bahasanya, dapat dikatakan ia sesat dalam menafsirkan atau mentadaburi Alquran. Beliau pun turut menyampaikan pesan agar kita memahami  Bahasa Alquran, maka kita akan memahami Alquran itu sendiri.

 

Tak ketinggalan, Tuan Guru Bajang turut mengapresiasi positif kegiatan ini. Salah satunya karena Alquran masih sangat dibutuhkan di Indonesia, serta mendekatkan Alquran dengan realitas kehidupan umat baik fisik maupun ruh perlu diperhatikan dan dikembangkan.  Beliau pun berharap dampak dan manfaat mushaf juga program wakaf Mushaf Tadabur ini tersampaikan dengan baik.

 

Webinar berjalan dengan lancar hingga akhir. Ketua Panitia, Rijal Wafiudin meluapkan syukurnya sekaligus berterimakasih kepada semua pihak yang membantu dan berkontribusi untuk kelancaran acara. Begitu pula Ketua HMJ-IAT, Febry Rudiantara mengungkapkan bahwa sebuah kehormatan HMJ-IAT dipilih menjadi panitia, juga pengalaman berharga bagi kepengurusan HMJ-IAT.

 

Reporter: Widaningsih dan Asya Dwina Luthfia

Redaktur: Nur Alfiyah