Lompat ke konten

Ilmu Al-Qur'an Dan Tafsir

Keringat Kartini

Keringat Kartini

Oleh : Riki

 

Puisiku menjelma keringat kartini

Kata demi katanya adalah tetes demi tetes keringat

Jiwa-jiwa emansipasi ada di setiap kalimat

Kalimat emansipasi detik demi detik bervariasi

Bermigrasi ke jiwa laki-laki hingga akhirnya terealisasi

Tapi kini ada yang mendekorasi diri hanya untuk dieksploitasi

Entah itu demi  uang hingga lupa makna haram

Atau memang untuk di jual hanya demi kebutuhan seksual

 

Kartini paham betul bahwa habis gelap terbitlah terang

Tapi kini kita tidak paham bahwa perempuan tidak untuk di serang

Kartini paham betul bagaimana rasanya di pingit

Tapi kini kita tidak paham bahwa permisif diperuntukan hanya untuk yang cantik

Kartini puas meminum keringatnya sendiri

Tapi kini kita tidak pernah merasa cemas meniduri ibu pertiwi

Kartini berhasil menyamakan sebuah derajat

Tapi kini kita gagal menjaga ibu yang keramat