Lompat ke konten

Ilmu Al-Qur'an Dan Tafsir

Konferensi The 2nd CISS 2020 Sebagai Upaya Civitas Akademika IAT Mampu Berdaya Saing di Dunia Internasional

  • oleh

Sebuah peristiwa sejarah kali kedua dan di hari kedua selasa, 24 November 2020, penyelenggaraan konferensi internasional bertajuk The 2nd Conference on Islamic and Socio-Cultural Studies (CISS) on Islam and the Making of Religious Harmony: The Transformation of Contemporary Islamic Thoughts in The Era of New Media yang diselenggarakan oleh Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung via daring akibat dampak Covid-19 dihadiri lebih dari 200 partisipan.

Ecep Ismail selaku ketua jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), didampingi oleh Siti Chodijah, sekretaris jurusan IAT sangat menyambut dengan senang hati peserta konferensi internasional ini. Saat sambutannya pun beliau menyampaikan, “Akademisi, ilmuwan, dan peneliti dapat berbagi dan membahas temuan ide dan metodologi tafsir. Wacana intelektual diharapkan akan menghasilkan kerjasama yang baik antara perguruan tinggi, lembaga penelitian dan industri baik lokal maupun internasional. Secara khusus diharapkan fokusnya diberikan pada isu-isu kehidupan al-Qur’an dalam menciptakan kehidupan yang harmonis,” tegasnya menggunakan bahasa Inggris.

Dalam pelaksanaanya, para dosen dan mahasiswa jurusan IAT sangat berperan aktif. Hal tersebut terbukti dengan terlibatnya civitas akademika IAT di kegiatan CISS 2020 ini, bertugas sebagai Master of Cheremony, moderator, presenter, partisipan dalam kepanitiaan, dan peserta konferensi.

Sesuai apa yang dikatakan Wahyudin Darmalaksana, Dekan Fakultas Ushuluddin bahwa mahasiswa didorong untuk partisipasi konferensi. “Patisipasi dari Mahasiswa luar biasa. Semua didorong untuk berlatih. Latihan presentasi paper in English or Arabic. Latihan adalah cara untuk maju dan berhasil,” ujarnya.

Acara ini dimulai sejak pukul 09.00 sampai 15.00 WIB. Sesi I berlangsung sampai pukul 12.00 yaitu parallel session, di mana terdapat presentasi dari pemakalah berbagai daerah dipandu oleh yang bertugas sebagai moderator Asep Abdul Muhyi dan Ai Yeni Yuliyanti (Dosen IAT), serta Erfin Irwansyah Putra (Mahasiswa IAT). Lanjut setiap sesi diakhiri dengan diskusi dan komentar makalah dari Irma Riyani, Ali Masrur, dan Ecep Ismail selaku para dosen IAT.

Selanjutnya sesi II pada pukul 13.00-16.00 yaitu Plenary session, menghadirkan 2 keynote speaker presentation. Yaitu Dr. Adis Duderija (Griffith University, Queensland, Australia) menyajikan topik “The Concept of Patriarchal Honour as the root cause of Patriarchal Religion in Muslim contexts and how to overcome it”. Adapun narasumber pendamping yakni Prof. Dr. Rosihon Anwar, M.Ag, Gurus Besar Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan topik “Islamic Moderation in Sundanese Qur’anic Interpretation”.

Sesi terakhir yaitu kesempatan yang ditunggu-tunggu oleh partisipan konferensi untuk tanya-jawab pada Plenary Session, para penanya Rifa Adillah, Erfin Irwansyah, Faturahman, Salma Salfani, Muhammad Andirosa, M Irfan Farraz Haecal, dan Dody S Truna berkesempatan bertanya juga memberikan tanggapan kepada narasumber kunci baik secara langsung maupun via chat zoom could meetings.

Beberapa peserta pun aktif dalam konferensi, salah satu dari mereka Rifa Adillah, mahasiswa IAT semester 5 menyapa dan bertanya kepada Mr. Adis Duderija, “Assalamu’alaikum sir, Saya Rifa Adillah dari semester 5 jurusan IAT, ijin bertanya… kenapa konsep feminis sangat dijunjung tinggi? Padahal nama wanita jelas sangat diagungkan dalam Islam. Mengapa konsep patriarki ini tampaknya memisahkan posisi laki-laki dan perempuan? Padahal bukan dalam Islam kita melihat kualitas taqwa kita? Terima kasih banyak”. Tanyanya dan langsung dijawab oleh Narasumber, Saya sama sekali tidak menggunakan kata feminisme … ide-ide tentang maskulinitas dan feminitas ini bertentangan dengan islam dan membuat etika islam jelek” tanggap Adis Duderija di kolom chat zoom could meetings, Selasa (24/10/2020). Diskusi berlangsung dengan hangat, berbagai tanggapan menggunakan bahasa Inggris.