Mahasiswa jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir ini tidak menyangka ketika namanya dipanggil pada acara wisuda yang diadakan, Ahad (19/1). Ia disebut sebagai mahasiswa berprestasi dengan kategori hafal al-Qur’an 30 juz. Mahasiswa berprestasi kategori ini disebut setelah kategori akademik. 

Mungkin hal ini, lanjut dia, dikarenakan prestasi yang pernah ia raih dalam beberapa perlombaan hingga ke mancanegara sebagai salah satu perwakilan UIN Bandung. Sebenarnya, pihak kampus sudah pernah mengapresiasi prestasinya itu ketika dirinya masih duduk di semester 4. 

Menurut Rif’at, menjadi mahasiswa sekaligus penghafal Qur’an tidak ada hambatan yang berarti. Ia mengaku senang karena di jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dirinya bisa mengajak teman-temannya berkolaborasi untuk saling menyimak hafalan Al-Qur’an setiap harinya. 

Prestasi terbesar yang pernah Rif’at raih antara lain juara ke-2 kategori 10 juz di Saudi Arabia pada 2016, dan juara harapan ke-3 di Istanbul Turki pada 2019. Motivasi terbesar dalam menghafal itu tumbuh dalam dirinya sendiri. Terbukti ia mampu menghafal Qur’an dalam waktu 10 bulan. Setelah wisuda, ketika kelas XII ia langsung diangkat menjadi dewan pengajar di pondok. 

Mahasiswa kelahiran Bandung pada 1997 ini merupakan putra kesayangan pasangan KH Asep Mustofa Kamal dan Ibu Nyai Siti Mahduroh. Ia tinggal di Pesantren Ulumul Qur’an al-Mustofa Desa Citali, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. 

Berita ini diliput di Nu.or.id dengan judul Hafal Al-Qur’an 30 Juz, Sarjana UIN Bandung Ini Banjir Apresiasi