Lompat ke konten

Ilmu Al-Qur'an Dan Tafsir

Metode Tafsir Maudhu’i: Mengenal Metode Penafsiran Berdasarkan Topik Dalam Al-Qur’an

  • oleh

Oleh: Ridwan Fauzi

Sebagaimana sobat tafsir ketahui bersama, bahwa kandungan Al-Qur’an itu sangat tinggi membuat para ulama tafsir menggunakan berbagai metode dan corak yang beragam untuk memahami makna yang termuat di dalamnya. Abd Al-Hayy Al-Farmawy menyebutkan bahwa ada empat metode yang digunakan untuk metode penafsiran, di antaranya: metode tafsir muqaran, metode tafsir tahlili, metode tafsir ijmali dan metode maudhu’i. Namun kali ini, penulis akan mengulas metode tematik (maudhu’i) saja. Biasanya corak tafsir tematik (maudhu’i) muncul dengan tafsir ilmi, tafsir sufi, tafsir politik dan lain sebagiannya.

Menurut Muhammad Baqir al-Shadr, metode tafsir maudhu’i adalah metode tafsir yang berusaha mencari jawaban Al-Qur’an dengan cara mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur’an yang mempunyai tujuan yang satu, yang bersama-sama membahas topik atau judul tertentu dan menyusunnya sesuai dengan masa dan sebab-sebab turunnya, lalu memperhatikan ayat-ayat tersebut dengan penjelasan-penjelasan, keterangan-keterangan dan hubungan-hubungannya dengan ayat-ayat yang lainnya, kemudian mengistimbatkan hukum-hukum.

Menurut Quraish Shihab, tafsir tematik berdasarkan surat, digagas pertama kali pada Januari 1960 oleh seorang guru besar tafsir di Universitas Al-Azhar, Syaikh Mahmud Syaltut. Karya ini termuat dalam kitabnya, tafsir Al-Qur’anal-karim. Sedangkan tafsir maudhu’i berdasarkan subjek, digagas pertama kali pada tahun 1960-an oleh Prof. Dr. Ahmad Sayyid al-Kumiy, seorang guru besar di institusi yang sama dengan Syaikh Mahmud Syaltut.

Ciri-ciri tafsir maudhu’i
Sesuai dengan namanaya tematik, maka yang menjadi ciri utama dari metode ini adalah:
a. Menitikberatkan tema atau tema pembahasan, sehingga tidak salah jika dikatakan bahwa metode ini juga disebut metode tematik. Jadi mufassir mencari tema-tema atau topik-topik yang ada di tengah masyarakat atau berasal dari Al-Qur’an ataupun dari lain-lain
b. Pengkajian tema-tema yang dipilih secara komprehensif dari berbagai aspeknya sesuai dengan kapasitas atau petunjuk yang terkandung di dalam ayat-ayat yang ditafsirkan tersebut

Langkah-langkah tafsir Al-Qur’an dengan metode maudhu’i
Dalam kitab al-bidayah fi al-Tafsir al-Maudhu’i karya Prof.Dr.Abd Al-hayy Farmawi, ia mengemukakan langkah-langkah yang harus dilalui untuk menerapkan metode maudhu’i, langkah-langkah tersebut antara lain:
a. Menetapkan masalah yang akan dikaji
b. Mengumpulkan ayat-ayat yang berkaitan dengan masalah tersebut
c. Menyusun runtunan ayat sesuai dengan masa turunnya, disertai pengetahuan tentang asbab al-Nuzulnya
d. Memahami munasabah ayat tersebut dalam suratnya masing-masing
e. Menyusun pembahasan dalam kerangka yang sempurna (out line)
f. Melengkapi pembahasan dengan hadits-hadits yang sesuai dengan pokok bahasan
g. Mempelajari ayat-ayat tersebut secara keseluruhan dengan jalan mengumpulkan ayat-ayatnya yang mempunyai definisi yang sama, atau mengompromikan antara yang ‘am (umum) dan yang khash (khusus), mutlak dan muqayyad (terikat), atau pada lahirnya bertentangan, sehingga kesemuanya bertemu dengan satu muara, tanpa perbedaan atau permasaan
h. Menyusun kesimpulan-kesimpulan yang menggambarkan jawaban Al-Qur’an terhadap masalah yang dibahas

*Penulis merupakan mahasiswa IAT angkatan 2020