Lompat ke konten

Ilmu Al-Qur'an Dan Tafsir

Mimpi dan Ambisi

Mimpi dan Ambisi

Oleh : Aulia Rahmah

Wanita itu menangis iba, ialah ibu yang mengais keharusan serba bisa
Menyemai benih mimpi yang tak pernah nyaris mati

Aku selalu menjadi saksi lekukan sungai dikeningnya
Yang terbentuk akibat peluh yang semakin merusuh
Seribu kali kucoba tuk membaca mata sayu itu
Kutemukan nihil secuilpun keluhan tersemat di setiap sudut garis wajahnya yang syahdu
Dan lengkung senyumnya yang ringan
Laksana pelita semerbak sinar surya yang menyelinap diantara bunga-bunga

Matanya yang tajam merobek lorong waktu menyongsong kemakmuran
Ia tahu apa yang seharusnya didendangkan pada ritual doa-doa kebengisan akhir jaman
Tekadnya selaras dengan tombak api yang tertancap kokoh di sanubari

Sekali lagi. Tengoklah! Wanita itu berjalan papah mengejar kemajuan jaman
Perlahan mulai berlari dengan semangatnya yang berapi
Tanpa peduli beling-beling cibiran yang berserakan di sepanjang jalan
Menyumpal sumpah serapah yang awam mengetahui
Apa sebenarnya makna mimpi dan ambisi