Lompat ke konten

Ilmu Al-Qur'an Dan Tafsir

Orang Yang Tepat Mengemban Tugas Menurut Al-Qur’an

IQT.UINSGD.AC.ID – Seorang bos perusahaan akan menyuruh office boy-nya untuk menyediakan segelas kopi, ia tidak menyuruh pegawai lain karena office boy-nya saja yang tahu betul berapa takaran kopi dan gula yang sesuai baginya. Namun, si bos tidak akan mendatangi office boy-nya bila tentang urusan data statistik karena jelas-jelas bidang keahliannya berbeda. Maka, melihat siapa yang menerima tugas menjadi hal penting ketika hendak memberikan penugasan kepada seseorang.

Namun dalam menentukan orang yang tepat untuk memegang suatu tugas, tidak cukup hanya dengan mempertimbangkan aspek keahliannya saja karena bisa jadi background keahliannya dipergunakan hanya sebagai alat untuk menempati suatu jabatan, lalu melakukan tindakan yang sewenang-wenang, seperti yang baru-baru ini kita dengar tentang Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjadi tersangka dalam kasus pemerasan. Lalu, hal-hal apa saja yang mestinya dipertimbangkan?

Secara implisit, Alquran telah mensinyalir tentang profesionalisme dalam pekerjaan, yakni dalam surah al-qashash ayat 26.

قَالَتْ إِحْدَاهُمَا يَا أَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ ۖ إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ

Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: Ya bapakku ambillah dia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.

Seperti yang dinyatakan Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah, kekuatan yang dimaksud adalah kekuatan dalam berbagai bidang. Karena itu, terlebih dahulu harus dilihat bidang apa yang akan ditugaskan kepada yang dipilih. Selanjutnya kepercayaan dimaksud adalah integritas pribadi, yang menuntut adanya sifat amanah sehingga tidak merasa bahwa apa yang ada dalam genggaman tangannya merupakan milik pribadi, tetapi milik pemberi amanat, yang harus dipelihara dan bila diminta kembali, maka harus dengan rela mengembalikannya.

Maka dari penafsiran di atas dapat disimpulkan, ternyata ada dua hal yang perlu diperhatikan saat menentukan orang yang tepat untuk memegang suatu tugas, yakni pertama qawi, berarti pertimbangan kita orang itu dirasa mampu melakukan tugas tersebut, berpotensi berhasil dalam menjalankan tugasnya, dan menunjukan kinerja yang baik. Kedua, amin yang artinya orang tersebut amanah atau dapat dipercaya nantinya ketika mengemban tugas.

Wallahu a’lam.

Sumber:

https://tafsiralquran.id/tafsir-surah-alqashah-ayat-26-isyarat-profesionalisme-dalam-pekerjaan/.
https://video.tempo.co/read/35931/kemensetneg-siapkan-rancangan-keppres-pemberhentian-sementara-firli-bahuri.

Kitab Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an Jilid 10.