Lompat ke konten

Ilmu Al-Qur'an Dan Tafsir

Peningkatan Pengunaan Teknologi Untuk Menunjang Sistem Pembelajaran Online Mahasiswa Dan Meningkatnya Sumber Pengetahuan Dari Berbagai Media

PENINGKATAN PENGUNAAN TEKNOLOGI UNTUK MENUNJANG SISTEM PEMBELAJARAN ONLINE MAHASISWA DAN MENINGKATNYA SUMBER PENGETAHUAN DARI BERBAGAI MEDIA

 

Keadaan yang menuntut kita untuk berdiam diri di rumah akibat wabah penyakit covid-19 telah memberikan perubahan yang sangat mendesak pada berbagai sektor. Virus dengan cepat menyebar luas ke seluruh dunia. Setiap harinya mengabarkan bertambahnya orang yang terkena dampak covid-19 ini. Indonesia pun saat ini termasuk dalam keadaan darurat nasional. Kematian akibat Corona terus bertambah, hal tersebut mempengaruhi segala sistem pemerintahan dan kebijakan-kebijakan yang ditetapkan. Salah satunya pada dunia pendidikan, dimana merubah sistem pembelajaran yang seharusnya datang ke kelas, menjadi di rumah saja. Kebijakan pemerintah untuk stay at home dan physical and social distancing wajib diikuti. Husamah (2015) mengemukakan bahwa secara umum pembelajaran tatap muka memiliki berbagai kelebihan terhadap pengajar maupun peserta didik dalam artian mahasiwa antara lain: disiplin formal yang diterapkan pada pembelajaran tatap muka dapat membentuk disiplin mental, efektifnya sistem pembelajaran, mudahnya penyampaian informasi karena secara langsung bertatap muka, memudahkan proses penilaian oleh pengajar, menjadi wahana berinteraksi terhadap mahasisiwa dan pengajar/dosen atau sesama teman. Kelebihan pembelajaran tatap muka juga diikuti oleh berbagai kelemahan, diantaranya : pembelajaran tatap muka yang dilakukan secara klasikal sering kali tidak dapat mengakomodasi gaya belajar peserta didik/mahasiswa yang bervariasi, pembelajaran yang monoton membuat semakin menurunya inisiatif dan kreativitas peserta didik/mahasiswa dalam pembelajaran. Dari kelemahan tersebut dan dalam kondisi dunia yang terkena dampak Covid-19, kegiatan pembelajaran dialihkan pada kelas online atau virtual. Meskipun penggunaan sistem pembelajaran online membutuhkan biaya yang relative mahal, yaitu untuk membeli kuota. Namun dapat ditarik suatu manfaat yang besar, mahalnya pembelajaran online masih bisa terjangkau menggantikan biaya transportasi ketika harus datang ke kelas.

Setyosari (2015 7-18) menyatakan bahwa pembelajaran melalui jaringan memiliki potensi-potensi antara lain : kebermaknaan belajar, kemudahan mengakses, dan peningkatan hasil belajar. Mahasiswa menjadi lebih leluasa untuk mendapatkan informasi baik itu informasi mengenai perkuliahan maupun informasi-informasi yang lain dari berbagai sumber, tidak hanya dari pengajar/dosen saja, karena dosen hanya berperan sebagai fasilitator, sehingga mahasiswa sendiri yang dituntut untuk aktif atau mencari pemahaman sendiri, terlebih saat ini banyak sekali yang mengadakan webinar atau workshop serta diskusi online, itu bisa menjadi wadah bagi mahasiswa untuk saling bertukar informasi dan mendapatkan informasi serta menjalin relasi dengan berbagai instansi. Media yang dijadikan sumber informasi antara lain whatsapp, zoom, google classroom, google meet, dan yang lainnya, selain untuk menunjang pembelajaran daring, dengan media ini diharapkan mahasiswa bisa menjadi lebih berpikir kritis, peka terhadap keadaan di lingkungan sekitar, termasuk permasalahan Covid-19 ini. Untuk itu, dengan bantuan teknologi ini akan menghasilkan prestasi mahasiswa yang meningkat, karena tidak hanya penguasaan materi saja melainkan juga menguasai teknologi. Berbagai platform yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran daring (bensalem, 2018) antara lain telah berlangsung sejumlah kursus penulisan online yang terus berkembang di pendidikan tinggi. Mahasiswa pun memiliki sikap positif terhadap pembelajaran daring dibandingkan pembelajaran tatap muka. Teknologi yang berkembang secara pesat sejak 20 tahun ini benar-benar sudah mengubah semua dari segala aspek kehidupan, teknologi juga memberikan banyak manfaat sejak kehadirannya. Dalam dunia pendidikan, manfaat teknologi ini benar-benar terasa, terlebih jika teknologi dimanfaatkan secara maksimal untuk hal-hal yang baik. Ini menjadi tantangan untuk mewujudkan pemimpin digital abad 21.

 

REFERENSI :

Bensalem, E. (2018). The Impact of Whatsapp on EFL Students’ Vocabulary Learning. Arab World English Journal (AWEJ)

Husamah. (2015). Pembelajaran Bauran (Blended Learning). Jakarta : Prestasi Pustaka.

Setyosari, P. (2007). Pembelajaran Sistem Online : Tantangan dan Rangsangan. Jurnal Majalah Ilmiah Pembelajaran Edisi Oktober 2007 No.2 Universitas Negeri Yogyakarta. Hal 7-8.

 

Penulis : Tita Yuliawati