Program studi Ilmu Alquran dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada mulanya bernama Jurusan Tafsir dan Hadis (TH) dengan SK pendirian IN.10/0/PP.00.9/17/1996 . Pada tahun 2015 berubah nomenklatur menjadi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir melalui Keputusan BAN-PT Nomor: 524/SK/BAN-PT/Akred/S/VI/2015 tentang perubahan nama program studi Tafsir Hadis menjadi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Perubahan nomenklatur ini secara langsung mengubah kurikulum dan struktur keilmuan yang disajikan sebelumnya pada Jurusan Tafsir dan Hadis.

Ilmu Alquran dan Tafsir merupakan basis pengembangan ilmu keislaman. Mahasiswanya didorong untuk memiliki apresiasi intelektual terhadap Alquran dan Al-Sunnah yang ditopang dengan metodologi yang tepat. Jurusan ini menjadi rujukan utama dalam menyusun metode penafsiran yang mengimbangi kebutuhan zaman, tentu saja dengan pendekatan yang komprehensif Mahasiswa tidak hanya mempelajari Ulumul Quran, Ulumul Hadits, Musthalah Hadits, atau tidak hanya mengkaji tafsir klasik (Jalalayn, Ibn Katsir, Qurtubi, dan seterusnya), tetapi juga mempelajari tafsir kontemporer seperti hermeneutika, semiotika dan semantik. Dari jurusan ini diharapkan terlahir sarjana yang ahli dalam kajian Alquran dan Hadits.