Lompat ke konten

Ilmu Al-Qur'an Dan Tafsir

Semangat Kartini Katanya

Emansipasi buah bibir paling hangat akhir-akhir ini. Sebagai wanita katanya jangan sampai diam di rumah saja. Pergi ke kantor-kantor, bangun negara lebih sejahtera.

Buat ibu kartini bangga. Tapi, fenomena emansipasi di negeri ini melembek. Bukan bangun negara, wanita malah jadi pekerja. Menjadi buruh bagi industri milik istri kedua bahkan mungkin milik tetangga.
Lalu apa bedanya dengan masa jajahan dulu? Bukankah wanita pun jadi pekerja pada masa romusha?

Apalagi wanita adalah gambaran citra suatu negara. Ganti saja nama negeri ini dengan negri boneka. Yang bahkan mau saja di peralat menjadi budak. Lalu siapa kiranya yang dapat disalahkan?
Pemerintah negeri ini atau wanita itu sendiri? Atau bahkan para lelaki yang kurang becus dalam menafkahi?

Tidak, tidak, semua salah.

Berilmu bukan untuk jadi babu.
Bermartabat bukan untuk dianggap hebat.
Mari simpan semua pada porosnya.

Wanita pintar bukan ia yang susah payah bekerja di rumah orang.
Lelaki sejati bukan orang malas bertumpang kaki.
Dan pemerintah yang baik bukan pemerintah yang membiarkan rakyatnya tak terdidik.
Sekiranya dulu kartini berjuang demi dapat belajar.
Setidaknya wanita masa kini menghargainya dengan giat belajar.

IG : Sofyan Saury