Lompat ke konten

Ilmu Al-Qur'an Dan Tafsir

Talk About Majors Of Al-Qur’an and Tafseer

  • oleh

Oleh: Ruby Zakia (DUTA IAT UIN Sunan Gunung Djati Bandung)

Ilmu pengetahuan berbasis keagamaan sangat penting dan dibutuhkan oleh masyarakat. Namun, sedikit orang yang memahami akan pentingnya ilmu yang berbasis keagamaan tersebut. Seperti yang kita ketahui, perkembangan ilmu pengetahuan semakin pesat, termasuk di lingkungan perguruan tinggi. Salah satunya adalah pengembangan jurusan. Dalam hal ini, jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir hadir untuk menjawab keresahan akan pentingnya ilmu yang berbasis keagamaan. Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat manusia perlu dikaji secara komprehensif agar supaya masyarakat dapat memahami pentingnya ilmu keagamaan terutama ke-Al-Qur’an-an untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ada beberapa pendapat mengenai Program Studi (Prodi) Ilmu Al-Qur’an dan tafsir. Dari pendapat itu dapat ditarik garis besar bahwa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir merupakan suatu bidang/jurusan/prodi/ yang berkonsentrasi dalam bidang kajian tafsir, baik itu mengkaji metodologi penafsiran, tafsir Al-Qur’an, ulumul Al-Qur’an, kitab tafsir dan lainnya yang berkaitan dengan kajian Tafsir Al-Qur’an.

Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebelumnya merupakan Prodi Tafsir Hadis. Namun, pada tahun 2015 melalui keputusan BAN-PT Nomor 524/SK/BAN-PT/Akred/S/VI/2015 jurusan tersebut berubah nomenklatur menjadi Ilmu Al Qur’an dan Tafsir, hal ini tentu mengubah pada kurikulum dalam jurusan tersebut.

Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir juga merupakan basis pengembangan ilmu keislaman yang mendorong mahasiswa berintelektual dalam Al-Qur’an dan Sunnah yang mengkaji secara komprehensif dengan metodologi yang tepat, seperti dalam ulumul qur’an, ulumul hadis, musthalah hadis, tafsir klasik (jalalayn, ibn katsir, dst) sampai tafsir modern, bahkan mengkaji tafsir secara kontemporer, hermenetika, semiotika dan semantik.

Tri Dharma perguruan tinggi yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian dan perkembangan, dan pengabdian masyarakat menjadi poin penting untuk mewujudkan visi dari perguruan tinggi. Visi prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir pun tidak terlepas dari poin penting tersebut, yakni “Menjadi Program Studi (Prodi) yang unggul dan kompetitif dalam menggali dan mengembangkan sumber daya manusia (mahasiswa) dibidang kajian Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dalam bingkai wahyu memandu ilmu yang berakhlakul karimah pada tahun 2025.” Untuk mewujudkan visi, prodi juga memiliki misi sebagai berikut :

  1. Menyelenggarakan dan mengelola pendidikan tinggi yang profesional, akuntabel, dan berdaya saing di tingkat Nasional dan Asean dalam rangka memperkuat pembangunan nasional.
  2. Menyelenggarakan proses pembelajaran, penelitian dan kajian ilmiah dalam bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.
  3. Menyelenggarakan pengabdian untuk mengembangkan dan memberdayakan masyarakat menuju tatanan masyarakat madani yang demokratis dan berkeadilan.
  4. Menyelenggarakan tri darma perguruan tinggi yang berorientasi pada pembentukan jiwa entrepreneurship di kalangan civitas akademik.

Selain dari visi misi di atas, prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir memiliki tujuan untuk menyiapkan mufasir pemula, akademisi bidang Ilmu Al-Qur’an dan tafsir, asisten peneliti Al-Qur’an dan tafsir dan sosial keagamaan. Lulusan prodi ini didorong sebagai Sarjana Agama (S.Ag) yang berkepribadian baik, berpengetahuan luas, berkemampuan kerja dan bertanggungjawab yang berlandaskan ajaran etika keislaman, keilmuan, dan keahlian.

Dalam kurun waktu beberapa tahun yang lalu, prodi ini mengalami perubahan dalam kurikulum, sebagai contoh pada semester 1 tahun 2020 terdapat mata kuliah Ilmu Sharaf, namun di tahun 2016-2019 disajikan mata kuliah bahasa Arab 1, kemudian di semester 2 tahun 2020 terdapat metodologi kritik hadis, namun pada tahun sebelumnya disebut ulumul hadis II. Hal ini membuktikan bahwa prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir mengalami perkembangan yang tentu akan bisa lebih baik lagi untuk kedepannya.

Sebagai mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir sudah seharusnya memiliki kesungguhan dalam belajar, memahami berbagai pemikiran yang tercantum dalam kitab serta buku yang berkaitan dengan prodi, juga menampilkan akhlak yang baik di luar ataupun di dalam area kampus untuk menjaga nama baik dan almamater prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir ini.

Sumber : Materi pengembangan Duta oleh Reza Firmansyah, S.Ag (Ketua HMJ IAT Kabiner Visioner)